Jakarta (KABARIN) - Minuman jus dalam kemasan kini menjadi tren di media sosial. Dikemas menarik dan dilabeli sebagai minuman sehat, jus siap minum kerap dipilih sebagai solusi praktis gaya hidup modern. Namun di balik klaim kesehatan tersebut, banyak orang belum menyadari adanya kandungan gula tersembunyi yang justru berpotensi merugikan tubuh.
Dokter spesialis gastroenterologi asal California, Dr. Saurabh Sethi, mengingatkan bahwa tidak semua jus kemasan benar-benar menyehatkan. Menurutnya, banyak produk mengandung gula tambahan yang dapat memicu lonjakan gula darah dan tidak memberikan manfaat optimal bagi pencernaan.
Melalui unggahan di Instagram, seperti dikutip dari Hindustan Times pada Kamis (5/2), Dr. Sethi menyarankan untuk kembali ke pilihan sederhana: membuat jus segar sendiri di rumah dari bahan alami.
Salah satu minuman yang ia rekomendasikan adalah jus wortel, jeruk, dan jahe. Minuman ini hanya menggunakan tiga bahan utama yang mudah ditemukan dan telah banyak diteliti manfaat kesehatannya.
“Semuanya adalah makanan utuh dengan manfaat yang telah diteliti dengan baik,” ujar dokter yang menempuh pendidikan di AIIMS, Harvard, dan Stanford tersebut.
Cara membuatnya pun cukup sederhana. Dua wortel ukuran sedang dikupas dan dipotong kecil, satu jeruk dibelah dua, lalu setengah hingga satu inci jahe segar dicincang. Semua bahan kemudian diperas atau diblender dengan sedikit air, lalu disaring.
Resep ini menghasilkan tiga hingga empat porsi kecil berukuran sekitar 30–50 ml. Minuman dapat dikonsumsi langsung, disimpan di lemari es hingga tiga hari, atau dibekukan dan dicairkan sesuai kebutuhan.
Dr. Sethi menjelaskan, wortel kaya beta-karoten yang berfungsi sebagai antioksidan dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Jeruk mengandung vitamin C dan flavonoid yang berperan menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Sementara jahe segar mengandung gingerol yang mendukung pencernaan dan memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta antitumor.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa proses pembuatan jus dapat menghilangkan sebagian besar kandungan serat dari bahan makanan.
Karena itu, minuman ini sebaiknya dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai minuman fungsional, bukan sebagai pengganti makanan utama. Dengan pendekatan yang tepat, jus alami bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat tanpa risiko gula tersembunyi dari produk kemasan.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026